Waspada Bahan Berbahaya Untuk Produk Pemutih Kulit

Waspada Bahan Berbahaya Untuk Produk Pemutih Kulit

Di Asia, industri produk pemutih kulit nilainya jutaan dollar. Sebab masih banyak wanita Asia yang ingin kulitnya putih. Namun Anda harus hati-hati, karena ada beberapa bahan berbahaya yang tidak boleh digunakan di produk pemutih kulit. Apa saja?

Artikel ini dipersembahkan oleh Indocare B2B. Jika Anda ingin berkonsultasi lebih lanjut tentang produk pemutih dan pendaftaran produk ke BPOM, hubungi kami. Jika ada pertanyaan seputar maklon personal care isi form hijau di sebelah kanan layar.

Bahan Berbahaya Pada Produk Pemutih Kulit

Warna kulit manusia berbeda-beda. Perbedaan ini disebabkan oleh tidak samanya kandungan melanin atau pigmen kulit, yang dipengaruhi oleh faktor keturunan dan frekuensi kulit terpapar sinar matahari. Semakin banyak kadar melanin maka kulit seseorang akan berwarna lebih gelap.

Meskipun ada banyak warna kulit, putih tetap menjadi warna kulit yang paling banyak diinginkan konsumen. Di Indonesia sendiri, kulit putih merupakan simbol status sosial, kekuasaan, kekayaan, dan kecantikan.

“Kulit gelap dianggap inferior dan, entah mengapa, selalu dipandang kotor, jelek, atau bahkan tidak sehat,” jelas Bruce Byers, seorang petinggi sebuah perusahaan yang bergerak di industri estetika. Oleh sebab itu permintaan produk pemutih kulit akan tetap besar.

Tapi Anda harus hati-hati saat memilih atau mengembangkan produk pemutih untuk dipasarkan. Sebab ada beberapa bahan-bahan yang tidak boleh dipakai produk pemutih kulit, namun masih banyak digunakan. Apa saja?

1. Merkuri (air raksa)

Air raksa adalah salah satu bahan berbahaya yang masih banyak digunakan untuk produk pemutih ilegal. Jenis logam ini bisa menimbulkan pengelupasan pada lapisan epidermis kulit. Bahkan jika digunakan dalam waktu lama, air raksa atau merkuri di dalam produk pemutih dapat menyebabkan kerusakan ginjal, sistem saraf, serta gangguan psikologis.

Pada ibu hamil, kandungan merkuri pada produk pemutih bisa membuat kelainan fungsi otak pada janin yang dikandungnya.

2. Steroid

Steroid sendiri adalah obat yang umumnya digunakan untuk mengatasi peradangan dalam tubuh. Tapi efek negatif justru muncul jika steroid digunakan pada lapisan kulit, sebab dapat membuat lapisan kulit menipis. Apa yang terjadi jika kulit menipis? Jika tergores, kulit akan sulit sembuh. Seseorang dengan lapisan kulit yang tipis akan mudah berjerawat.

Kenapa steroid masih digunakan oleh banyak produk pemutih ilegal? Sebab penggunaan steroid membuat krim pemutih lebih cepat mendatangkan efek seperti kulit menjadi bersih.

Namun, penggunaan steroid dalam jangka panjang akan membuat kulit menjadi kasar dan kering. Tapi jika penggunaannya dihentikan bisa membuat kulit berjerawat.

3. Hidrokinon

Ini merupakan bahan kimia yang biasa digunakan pada proses pencetakan foto, sebagai zat penstabil. Jika nekat menggunakan produk pemutih yang menggunakan hidrokinon berkadar diatas 4 persen, maka kulit dapat terbakar dan muncul ruam.

Penggunaan produk pemutih deng hidrokinon terus-menerus bisa memicu hiperpigmentasi (kulit menjadi gelap), vitiligo (hilangnya warna kulit), hingga okronosis eksogen (kulit berwarna biru kehitaman).

4. Rhododenol

Bahan kimia yang satu ini digunakan memang untuk mengurangi produksi melanin tubuh. Saat ini produk personal care dengan kandungan rhododenol sudah dilarang, sebab dapat memicu munculnya bercak-bercak putih pada kulit konsumen.


Share this article


Let's discuss...





This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.