Bakuchiol: Solusi Alami Kulit Cantik dan Sehat

Bakuchiol: Solusi Alami Kulit Cantik dan Sehat

Seiring tumbuhnya kesadaran masyarakat akan kandungan alami dalam skincare, bakuchiol hadir sebagai salah satu bahan alami yang menjanjikan. Alternatif alami retinol ini mampu mendorong penuaan kulit secara sehat.

Apa Itu Bakuchiol?

Tiga ciri ini tersemat pada bakuchiol: alami, tidak menyebabkan iritasi, dan alternatif bahan skincare yang vegan-friendly. Bakuchiol merupakan ekstrak daun dan biji tanaman babchi atau Psoralea Corylifolia

Bakuchiol berasal dari pengobatan Ayurveda, Tiongkok, dan Tamil Siddha.  Fungsi bakuchiol ialah untuk membantu penyembuhan dan menenangkan kulit berkat sifat anti inflamasi yang dimiliki.

Sebetulnya, beberapa zat tanaman ini sudah dipakai untuk mengobati pengobatan vitiligo. Namun, pemanfaatan ekstraknya terhitung relatif baru.

Manfaat Bakuchiol untuk Kulit

Dengan sifat anti-aging dan antiinflamasi, manfaat bakuchiol untuk kulit antara lain:

  • Membuat warna kulit lebih merata

Saat meresap dalam kulit, kandungan ini membantu mengurangi area hiperpigmentasi atau kemunculan bintik hitam.

  • Mengurangi garis halus dan kerutan 

Bakuchiol memerintahkan sel-sel untuk beregenerasi dan membuat kolagen sehingga kulit tampil lebih kencang dan garis-garis halus maupun kerutan tersamarkan.

  • Tidak membuat kulit kering

Kandungan ini cenderung lebih lembut dan tidak membuat kulit kering maupun menyebabkan iritasi.

  • Membantu menenangkan dan menyembuhkan kulit

Berkat pergantian sel dan regenerasi sel, kandungan tersebut bekerja dari dalam ke luar dengan membantu menenangkan dan menyembuhkan kulit.

Bakuchiol VS Retinol

Selama ini retinol dinilai sebagai skincare penyelamat untuk mencegah penuaan pada kulit. Namun, skincare dengan retinol memiliki efek samping yang bisa menjengkelkan. 

Kehadiran bakuchiol menjadi alternatif alami pengganti retinol. Sebuah studi pada 2019 menunjukkan tidak ada perbedaan pada cara kerja retinol dan bakuchiol saat mengatasi kerutan serta hiperpigmentasi. Akan tetapi, pemakai retinol mengeluhkan rasa perih dan kulit terasa kering.

Sementara, bahan nabati  bakuchiol sama-sama mampu meregenerasi sel kulit untuk memproduksi beberapa jenis kolagen yang bertindak sebagai anti-aging, tanpa ada keluhan kulit kering atau iritasi. 

Selain itu, retinol juga membuat kulit lebih sensitif pada sinar matahari. Sebaliknya, ekstrak biji babchi membantu kulit cenderung kurang sensitif pada paparan sinar matahari yang berbahaya.

Lalu, retinol dan bakuchiol untuk umur berapa? Terkait usia pemakai, tidak ada batasan usia spesifik untuk pemakaian kedua bahan tersebut. Konsumen bisa mengenakannya sejak pertengahan 20-an dan awal 30-an dengan memasukkan produk anti-aging ke dalam rutinitas skincare. Pada usia tersebut produksi kolagen perlahan menurun dan tanda penuaan mulai muncul.

Jadi, apakah konsumen harus mengganti retinol dengan bakuchiol? Kembali pada kebutuhan skincare konsumen sehari-hari. Meski begitu banyak ahli berpendapat hasil pemakaian bahan nabati itu bisa jadi tidak sebaik retinol. 

Pasalnya, berbagai penelitian tentang retinol sudah dilakukan sejak 1984. Proses pengujiannya pun telah melibatkan partisipan lebih banyak daripada kandungan skincare yang tengah hits ini.

Belum banyak data dan penelitian terkait manfaat ekstrak biji babchi. Di satu sisi hal itu memberi ruang bagi pengembangan bakuchiol dalam menciptakan skincare baru. Sebaliknya, retinol sudah teruji kualitas dan konsentrasinya sehingga masih menjadi standar tertinggi kandungan skincare, terutama sebagai anti aging. 

Pasar Produk Skincare Berbahan Bakuchiol

Industri bakuchiol diproyeksi akan mengalami pertumbuhan senilai 16,33 juta dolar AS atau 253 miliar rupiah pada tahun 2033 dan akan menyentuh angka pertumbuhan rata-rata tahunan (CAGR) sebesar 6,4% selama periode 2023 hingga 2033. 

Tingginya permintaan bahan nabati ini terjadi karena dianggap sebagai pengganti alami retinoid. Apalagi, kesadaran konsumen tentang manfaat biji babchi dan keinginan untuk memakai produk skincare yang alami dan plant-based terus meningkat.

Di sisi lain konsumen mencari produk kecantikan yang sejalan dengan nilai-nilai yang dianut. Pemakaian ekstrak biji babchi sebagai bahan utama mampu mewakili praktik etik dan keberlanjutan dalam bisnis yang ramah lingkungan.

Menyusun Formulasi Terbaik untuk Produk Terbaik

Membaca tren industri kecantikan, terutama skincare, memantik semangat kompetisi dalam diri Smartpreneur seperti Anda. Salah satu kunci keberhasilan bersaing dengan brand skincare lain adalah dengan menyusun formulasi terbaik. Saat ini bakuchiol jadi solusi alami kulit cantik dan sehat karena dapat menggantikan retinol dan cocok untuk semua jenis kulit.

Kabar baiknya, Anda tidak perlu repot melakukan semua sendirian. Indocare B2B sebagai maklon skincare tepercaya siap mewujudkan produk impian Anda melalui pengembangan produk yang mengandung ekstrak biji babchi ini.

Didampingi tim R&D yang profesional dan berpengalaman, Anda dapat menemukan seperti apa formulasi tepat untuk menciptakan skincare plant-based yang sedang tren di kalangan beauty influencer. Dukungan fasilitas produksi modern sesuai standar Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) memastikan semua produk Indocare B2B aman dan berkualitas tinggi.

Proses pengembangan end-to-end dari ide, formulasi, produksi, hingga pengemasan tentu mempermudah Smartpreneur mewujudkan produk impian. Hubungi Indocare B2B sekarang juga untuk menerima informasi detail mengenai layanan maklon skincare terbaik.

 

Ditinjau oleh dr. Raissa Aprilia

 


Share this article


Berikan Komentar

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Please fill in your information and chat with me

    YesNo
    This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

    Silakan isi informasi Anda dan chat dengan saya

      YesNo
      This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.