Bikin Skincare Merek Sendiri: Ini Yang Harus Disiapkan

Bikin Skincare Merek Sendiri: Ini Yang Harus Disiapkan

Jumlah penduduk sebesar 270,2 juta jiwa dan dengan rasio jenis kelamin ada 102 pria setiap 100 wanita, membuat Indonesia menjadi pasar potensial untuk produk-produk skincare. Apa saja yang perlu disiapkan untuk membuat merek skincare sendiri? Berapa besar biaya yang dibutuhkan untuk bikin skincare merek sendiri? Simak di artikel ini.

Pada artikel ini, Anda akan mendapatkan informasi tentang apa yang harus dipersiapkan untuk memulai bikin merek skincare sendiri. Diskusikan pertanyaan seputar membuat dan memasarkan produk skincare merek sendiri dengan kami disini. Ketik pertanyaan Anda pada form hijau di sebelah kanan layar. Kami akan membantu Anda secepatnya.

Persiapan Bikin Skincare Merek Sendiri 

Menurut prediksi Euromonitor, nilai pasar kecantikan dan skincare di Indonesia mencapai angka 6,03 miliar Dollar Amerika tahun 2019 lalu. Nilai ini diprediksi akan terus tumbuh hingga mencapai 8,46 miliar Dollar Amerika pada tahun 2022 yang akan datang.

Datangnya pandemi justru membuat bisnis skincare meningkat drastis. Menurut situs berita Bisnis.com, meningkatnya permintaan produk skincare disebabkan karena banyak orang yang lebih sering tinggal di rumah sehingga memiliki waktu untuk merawat diri.

Kondisi tersebut membuat banyak pihak tergiur untuk mencicipi profit pasar skincare di Indonesia, dengan memasarkan produk skincare merek sendiri. Berikut biaya beberapa hal yang harus dipersiapkan untuk bikin skincare merek sendiri.

1. Registrasi BPOM

BPOM adalah singkatan dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan. Jika ingin produk legal untuk dijual di wilayah Indonesia, maka kita harus mengurus perizinan ke BPOM. Sebab proses produksi sebuah produk skincare baru bisa dimulai ketika sudah memiliki nomor registrasi BPOM.

Alur pengurusan untuk  mendapatkan nomor registrasi BPOM sendiri cukup panjang. Produk skincare yang sudah mendapatkan izin dan registrasi BPOM dijamin aman untuk digunakan konsumen. Biaya yang diperlukan untuk mengurus perizinan dan registrasi BPOM sekitar lima ratus ribu rupiah hingga satu juta rupiah untuk satu produk.

2. Pembuatan Sampel Produk

Setelah kita sudah menentukan jenis produk, formula, dan bahan bakunya, kita harus membuat sampel produk. Fungsi sampel produk adalah menghindari kesalahan pada produk yang akan kita ciptakan. Pembuatan sampel produk tentu saja memerlukan biaya. Besaran biaya yang dibutuhkan sangat bervariasi, tergantung dari formula dan bahan baku yang akan digunakan.

3. Sertifikasi Hak Merek

Untuk memberikan hak eksklusif bagi merek produk kita dalam perdagangan, kita sebaiknya mengurus sertifikasi hak merek. Untuk sertifikasi ini siapkan dana kurang lebih dua juta rupiah.

4. Sertifikasi Halal MUI

Sertifikasi ini berfungsi jika Anda ingin produk memiliki status halal. Sertifikasi halal ini penting karena membuat calon konsumen merasa aman ketika menggunakan produk skincare. Untuk mengurus sertifikasi halal dari MUI (Majelis Ulama Indonesia), biaya yang perlu kita persiapkan berkisar antara tiga juta rupiah hingga lima juta rupiah.

5. Biaya Produksi Bikin Skincare

Proses produksi jelas memerlukan biaya agar bisa berjalan. Umumnya biaya proses produksi sebuah produk skincare untuk pertama kali berkisar tiga puluh juta rupiah hingga seratus juta rupiah. Besar biaya yang diperlukan tergantung dari partner maklon yang ditunjuk, jenis produk, formulasi yang digunakan, serta jumlah produk yang diproduksi.

Maklon Untuk Bikin Skincare

Agar bisa memfokuskan sumber daya pada pekerjaan yang lebih penting, seperti strategi pemasaran, pilihlah maklon one stop solution yang memiliki kemampuan untuk membuat konsep produk, formulasi produk, melakukan tes stabilitas dan kompatibilitas produk, desain produk, registrasi BPOM, mengurus sertifikasi halal MUI, mendapatkan sertifikasi hak merek untuk produk, serta kemampuan memproduksi produk dalam jumlah terbatas (eksklusif).

Berikut adalah beberapa tips sederhana yang bisa kita gunakan untuk memilih partner maklon:

  1. Pilih maklon yang berpengalaman
  2. Memiliki pabrik memenuhi standar pemerintah
  3. Punya jaringan supplier terintegrasi dan luas
  4. Memiliki reputasi perilaku bisnis terpuji
  5. Punya kemampuan research and development, dan research scientific support

Share this article


Berikan Komentar

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

Let's discuss...





    This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.