Cara Memulai Bisnis Kosmetik Buatan Sendiri dari Nol

Cara Memulai Bisnis Kosmetik Buatan Sendiri dari Nol

Industri kosmetik memang industri yang paling laris dan menggiurkan di pasaran, tidak hanya di Indonesia juga secara global. Banyak orang yang ingin membangun bisnis kosmetik buatan sendiri tetapi bingung harus dimulai dari mana. 

Artikel ini dipersembahkan oleh Indocare B2B, penyedia jasa maklon di bidang kosmetik (skincare dan personal care) dan suplemen kesehatan untuk calon Smartpreneur di Indonesia hingga internasional. Jika Anda berencana ingin menjadi pengusaha dan membuat bisnis kosmetik buatan sendiri, artikel ini diciptakan untuk Anda!

Mengenal Kosmetik

Banyak pendatang baru di bidang kosmetik dan langsung menguasai pasar Indonesia. Masyarakat memilih menggunakan brand lokal karena lebih murah dan kualitas yang mampu menyaingi brand internasional. 3 dari 5 produk best-seller di Indonesia adalah brand lokal. 

Sebuah riset yang diadakan oleh SBM ITB pada 2019, nama brand tidak berpengaruh pada intensi pembelian melainkan kualitas, harga, packaging, dan promosi. Ini adalah sinyal hijau Anda harus segera membuat dan mengembangkan usaha Anda lebih serius lagi. 

Menurut BPOM, kosmetik tidak terbatas pada make-up. Kosmetik, pada dasarnya, adalah apapun yang digunakan untuk mempercantik, memperwangi, dan membersihkan tubuh dari luar. Dengan arti ini, jenis kosmetik terbagi menjadi berikut:

  1. Hair care: hair oil, sampo, kondisioner, gel rambut, pomade, krim cukur, vitamin, hair tonic, hair mask dan hair mist.
  2. Body care: scrub, body wash, lotion, body toner, body butter, body oil, hygiene wash, hand cream, perawatan kuku dan foot cream.
  3. Face care: cleanser, face wash, toner, serum, essence, moisturizer, sunscreen, masker, dan perawatan bibir.
  4. Make up: bedak, foundation, primer, eye shadow, mascara, eyeliner, lipstik, contour, concealer, blush, highlighter, lipstick, lip balm, dan alat kecantikan lainnya. 

8 Langkah memulai bisnis kosmetik buatan sendiri

Sekarang ini tidak satu orang pun yang tidak bisa menjadi pebisnis, terutama di Indonesia. Anda tidak perlu pengalaman, tidak perlu paham soal ekonomi, dan tidak perlu budget mahal untuk membangun usaha. Anda mungkin akan menghadapi serangkaian administratif yang tidak sebentar, tetapi Anda akan berhasil melewatinya. 

Sebelum memutuskan terjun ke bisnis ini, Anda harus membuat rencana bisnis yang efektif sebagai salah satu manajemen risiko. Anda membutuhkan banyak tenaga dan waktu untuk meneliti pasar, kompetitor, supplier, dan biaya. Ini langkah-langkah yang harus Anda lakukan untuk memulai bisnis kosmetik dengan brand sendiri. 

1. Tentukan produk yang ingin dijual

Tersedia banyak pilihan kosmetik yang bisa dijual. Untuk memilih produk yang tepat dan menguntungkan, Anda perlu melakukan riset pasar yang mendalam. Menurut Statista, pendapatan di segmen kosmetik menyentuh angka US$1,61 miliar atau setara dengan 25 triliun rupiah pada 2022.  Pada laporan yang sama, Statista menyebut bahwa perawatan mata adalah produk paling laris dan akan mengalami peningkatan penjualan hingga pada 2026. 

2. Siapa target produkmu?

Menentukan target pasar akan membuat rencana dan strategi bisnis Anda menjadi lebih mudah. Pada segmen kosmetik, gen Z (lahir pada 1996-2009) adalah konsumer kosmetik terbesar di Indonesia. Namun menarik perhatian gen Z sangat rumit dan beresiko. Jika pendekatan dan produk sesuai, bisnis Anda akan berkembang pesat dalam waktu singkat, tetapi jika tidak (gen Z menyebutnya canceled), ucapkan selamat tinggal pada impian Anda. 

3. Tetapkan budget

Dari urusan administrasi seperti izin usaha, sertifikasi dan lisensi produk, produksi hingga pemasaran, rata-rata butuh puluhan juta namun tidak menutup kemungkinan biayanya juga lebih rendah. Untuk menentukan budget yang masuk akal, Anda harus memproyeksikan pendapatan dan arus kas di masa depan, menganalisa pengeluaran para kompetitor, dan menentukan batasan biaya untuk setiap aspek bisnis Anda; mulai dari legalitas, produksi, distribusi, pemasaran, bahkan biaya tak terduga. 

4. Belajar dari kompetitor

Untuk seorang pemula, kompetitor adalah guru terbaik dan bebas biaya yang pernah ada. Teliti siapa saja calon kompetitor Anda, mengapa mereka berhasil, bagaimana strategi mereka untuk bertahan dan bersaing di pasaran, dan apa yang menjadi tantangan yang membuat bisnis Anda bisa merugi? 

5. Buat skema strategi pemasaran

Dengan segala kemudahan internet, menyusun strategi pemasaran sangatlah mudah. Bikin harga produk yang masuk akal, strategi komunikasi, promosi, iklan, dan media sosial. Jika Anda melek teknologi, strategi pemasaran adalah hal yang sepele. Jika tidak, selalu ada agen periklanan dan pemasaran yang bisa Anda pakai. 

6. Jual produk secara online

Penjualan secara online melalui e-commerce tampaknya masih menjadi favorit bagi brand lokal. Ini dapat menghemat waktu, biaya sewa, hingga biaya logistik. Dibanding penjualan offline, penjualan secara online pada 2022 memimpin hingga 84.2%. 

7. Tentukan lokasi penjualan

Poin ini berlaku hanya jika Anda ingin memaksimalkan penjualan secara offline seperti outlet dan klinik kecantikan. Teliti lokasi mana yang paling berpotensial dengan mempertimbangkan jumlah penduduk, jumlah pendapatan rata-rata rumah tangga, dan pengeluaran konsumsi rumah tangga (PK-RT). 

8. Bekerja sama dengan maklon

Jika Anda punya budget terbatas tetapi ingin membangun usaha kosmetik, memanfaatkan jasa maklon adalah jawaban dari segala dilema Anda. Jasa maklon akan membuat produk impian Anda menjadi barang jadi dan langsung bisa dipasarkan. 

Indocare B2B adalah penyedia layanan maklon yang berkantor di Jakarta dan telah memproduksi produk impian bagi ratusan klien domestik dan internasional dengan harga terjangkau.  

Intip sebentar katalog kami di sini. Produk impian Anda tidak terdaftar? Hubungi kami sekarang, FREE CONSULTATION

9. Tentukan distributor 

Sebagai langkah akhir, Anda harus menemukan dan menentukan distributor yang tepat atau e-Commerce enabler jika Anda ingin mengoptimasi penjualan secara online. Mereka adalah pihak ketiga yang akan menjembatani antara brand dan konsumen, sehingga pendapatan diprediksi maksimal. 


Share this article


Berikan Komentar

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.
Please fill in your information and chat with me

    Silakan isi informasi Anda dan chat dengan saya