Tren Bisnis Suplemen Herbal: Peluang dan Strateginya

Tren Bisnis Suplemen Herbal: Peluang dan Strateginya

Sejak pandemi COVID-19, suplemen kesehatan menjadi salah satu penunjang kesehatan harian untuk melindungi diri dari sumber penyakit, seperti bakteri dan virus. 73% masyarakat Indonesia mengonsumsi suplemen ketika pandemi, termasuk di antaranya suplemen herbal. 

Suplemen Herbal

Suplemen herbal adalah produk yang digunakan sebagai sumber nutrisi tambahan berbasis ekstrak tumbuhan atau herba alami. Di Indonesia, herba telah menjadi bagian dari tradisi pengobatan turun-temurun dan digunakan untuk mendukung kesehatan. Konsumen menggabungkan pengetahuan lokal tentang ramuan tradisional ke dalam bentuk yang lebih praktis, aman, dan mudah dikonsumsi. 

Fokus utama suplemen herbal adalah memberikan manfaat kesehatan melalui ekstrak herba dan tanaman, yang mengandung senyawa bioaktif seperti polifenol, flavonoid, dan alkaloid. Pendekatan holistik dan alami ini semakin diminati oleh banyak orang yang mencari alternatif sehat dan aman untuk menjaga kesehatan mereka. 

Oleh karena itu, bisnis suplemen herbal terus berkembang dan memiliki potensi besar dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan kesehatan yang berkelanjutan.

Sediaan Suplemen Herbal

Suplemen herbal hadir dalam berbagai bentuk sediaan yang dirancang untuk memenuhi preferensi dan kebutuhan konsumen. 

  • Kapsul atau Tablet: Bentuk sediaan yang umum digunakan, praktis untuk konsumsi harian dan memiliki dosis yang terukur.
  • Serbuk: Cocok untuk dicampur dalam minuman atau makanan, dan fleksibel untuk digunakan. 
  • Ekstrak Cair: Digunakan oleh konsumen yang ingin penyerapan dan manfaat yang lebih cepat di tubuh. 
  • Teh: Kombinasi segarnya herba dan manfaat kesehatan.
  • Salep atau Krim: Untuk perawatan kulit dan masalah kesehatan tertentu.

Kandungan dan Manfaat Suplemen Herbal

Suplemen herbal mengandung ekstrak tanaman dan tumbuhan sebagai kandungan utama. Ada beberapa kandungan herba yang umum ditemukan pada produk ini di pasar, seperti yang tertera di bawah ini:

  • Echinacea 

Echinacea atau bahasa Latinnya Echinacea purpurea, adalah herba yang dikenal untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, membantu melawan infeksi dan mempercepat pemulihan dari penyakit ringan seperti pilek.

  • Ginkgo Biloba

Ekstrak ginkgo biloba digunakan untuk meningkatkan aliran darah ke otak, sehingga dapat membantu memperbaiki kognisi, daya ingat, dan mencegah gejala gangguan sirkulasi otak.

  • Kunyit 

Kunyit (Curcuma longa) mengandung kurkumin, senyawa aktif yang memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan kuat, yang banyak dimanfaatkan sebagai kandungan utama dalam suplemen herbal. Kurkumin dapat membantu mengurangi peradangan sendi dan mendukung kesehatan sendi secara menyeluruh. 

  • Valerian

Herba valerian (Valeriana officinalis) sering digunakan sebagai suplemen tidur alami. Ini dapat membantu mengatasi insomnia dan meningkatkan kualitas tidur.

  • Ginseng

Tidak mungkin membahas suplemen herbal tanpa ginseng. Ginseng adalah salah satu tumbuhan yang paling terkenal dan sering digunakan dalam pengobatan tradisional Asia, terutama Indonesia. Bagian yang paling banyak dimanfaatkan untuk kesehatan adalah akarnya, sebab dapat meningkatkan energi dan imunitas tubuh. 

  • Andrographis

Andrographis (Andrographis paniculata) adalah herba yang digunakan dalam pengobatan tradisional Indonesia. Di Indoneisa, andrographis dikenal juga dengan sambiloto. Ini dikenal karena sifat antimikroba dan antiinflamasi, dan sering digunakan untuk mengatasi penyakit pernapasan dan infeksi.

  • Daun Katuk

Daun katuk (Sauropus androgynus) sangat kaya akan nutrisi, terutama kalsium dan zat besi. Ini sering digunakan untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui.

  • Milk Thistle

Milk thistle (Silybum marianum) digunakan untuk melindungi dan mendukung kesehatan hati. Ini dapat membantu mengurangi kerusakan hati akibat paparan toksin dan alkohol.

Aturan BPOM terkait Suplemen Herbal

Jika mengacu pada definisi suplemen serta kandungannya menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), seperti yang tertera pada Peraturan BPOM No. 32 Tahun 2022 Tentang Kriteria dan Tata Laksana Registrasi Suplemen Kesehatan, suplemen tidak hanya mengandung satu nutrisi atau herba, tetapi bisa terdiri dari gabungan antara vitamin, mineral, asam amino, dan/atau bahan lain yang bukan tumbuhan yang dapat dikombinasi dengan tumbuhan. 

Artinya, suplemen herbal merupakan gabungan dari ekstrak tumbuhan dan vitamin, atau mineral, atau jenis nutrisi lainnya. 

Suplemen herbal termasuk kategori fitofarmaka. Fitofarmaka adalah produk yang mengandung bahan baku dari tumbuhan, dan campuran bahan lainnya yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan uji klinik, serta bahan baku dan produk jadinya harus telah melewati standardisasi. 

Potensi Bisnis Suplemen Herbal di Indonesia

Indonesia memiliki sejarah yang kuat dalam penggunaan obat tradisional. Salah satu obat tradisional yang masih eksis hingga kini ialah jamu. Kini, obat tradisional bertransformasi menjadi suplemen herbal yang lebih aman, praktis, dan telah melewati uji klinis. 

Pertumbuhan pasar suplemen herbal di Indonesia didorong oleh sejumlah faktor, termasuk:

  • Peningkatan pendapatan masyarakat
  • Perubahan gaya hidup pascapandemi
  • Permintaan akan produk alami dan organik yang meningkat
  • Urbanisasi yang berkembang 
  • Saluran distribusi dan penjualan yang lebih bervariatif

Pasar suplemen herbal di Indonesia didominasi oleh pelaku lokal. Namun, ada sejumlah merek multinasional yang juga aktif berpartisipasi, yang memperkaya keragaman pasar. 

Tantangan Bisnis Suplemen Herbal

Dalam mengembangkan bisnis suplemen herba, Anda mungkin akan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari regulasi, rantai pasok, hingga proses distribusi. Pemahaman mendalam tentang industri suplemen, terutama risiko dan tantangan, akan membuat bisnis Anda bertahan di pasar. 

Di bawah ini adalah 6 tantangan yang perlu diperhatikan oleh para pelaku usaha suplemen di Indonesia:

Regulasi Ketat

Industri suplemen herba harus mengikuti regulasi yang ketat, sesuai dengan aturan BPOM. Regulasi yang dimaksud terkait komposisi, pabrikasi, label, dan klaim kesehatan. Setiap kandungan dan ekstrak herba mungkin memiliki regulasi yang berbeda.

Uji Stabilitas yang Panjang

Produk suplemen herbal harus mempertahankan kualitas dan efektivitasnya selama masa simpan yang panjang. Hal ini memerlukan uji stabilitas yang ketat untuk memastikan keamanan dan kualitas produk.

Sumber Bahan Baku yang Konsisten

Anda harus memastikan pasokan bahan baku akan tetap konsisten, baik dari segi nutrisi, proses panen, dan jumlah yang konsisten. Menjamin ketersediaan bahan baku sangat penting, mengingat beberapa tanaman herbal bersifat musiman.

Pengelolaan Rantai Pasokan yang Kompleks

Industri suplemen melibatkan rantai pasokan yang kompleks, termasuk petani, produsen, dan distributor. Mengelola rantai pasokan ini dengan efisien adalah kunci keberhasilan.

Penetapan Harga yang Kompetitif

Harga produk suplemen herbal harus bersaing di pasar yang semakin padat. Menentukan harga yang sesuai dengan nilai produk adalah langkah penting.

Kompetisi yang Ketat

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan, persaingan dalam industri suplemen herba semakin ketat. Pemilik bisnis harus memiliki strategi pemasaran dan penjualan yang kuat.

Solusi Bisnis Suplemen Herbal

Prospek bisnis suplemen herba di Indonesia tampak cerah, dengan pertumbuhan yang dinamis. Namun, tantangan dan regulasi terhadap industri ini sangatlah ketat. Untuk menyelesaikan tantangan-tantangan tersebut, manufaktur kontrak seperti Indocare B2B hadir sebagai pemain kunci dalam pengembangan suplemen.

Indocare B2B muncul sebagai salah satu pemain kunci dalam industri suplemen herbal dengan berperan penting sebagai solusi bisnis komprehensif.  Sejak 1988, Indocare B2B berhasil menciptakan produk suplemen kompetitif seperti Holisticare EsterC dan Biocalci

Melalui solusi end-to-end yang mencakup pengembangan produk, pengadaan bahan baku yang berkualitas, produksi sesuai standar tinggi, dan pemenuhan ketat terhadap regulasi pemerintah, termasuk BPOM, impian untuk memiliki produk kesehatan substansial untuk masyarakat hanya tinggal selangkah lagi. 

Sebagai partner yang memiliki pengalaman selama 35 tahun, Indocare B2B berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap tahap produksi suplemen herbal memenuhi standar yang ketat dan menjawab tantangan yang ada dalam industri yang berkembang pesat sejak pandemi ini. 

 

Ditinjau oleh dr. Putri Wulandari

 


Share this article


Berikan Komentar

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Please fill in your information and chat with me

    Silakan isi informasi Anda dan chat dengan saya