Cara Bisnis Kosmetik Ala Gen Z, Dijamin Bikin Bisnis Sukses

Cara Bisnis Kosmetik Ala Gen Z, Dijamin Bikin Bisnis Sukses

Meskipun Gen Z adalah generasi yang paling sering mendapatkan stigma, Gen Z juga punya jiwa pebisnis yang patut ditiru. Gen Z dikenal memiliki karakter yang bold dan berani mengambil resiko. Tidak heran banyak pelaku usaha terutama product-based seperti kosmetik dikembangkan oleh Gen Z. Bagaimana mereka melakukannya? Simak selengkapnya di artikel ini untuk mengetahui cara bisnis kosmetik versi Gen Z yang akan membuat bisnis Anda sukses di pasaran. 

Artikel ini dipersembahkan oleh Indocare B2B, jasa maklon yang terkenal di bidang pembuatan kosmetik dan suplemen. Telah berpengalaman selama lebih dari dua dekade, kami menciptakan produk ideal untuk setiap klien domestik dan internasional. Hubungi kami sekarang juga untuk segera konsultasi produk kosmetik dengan brand Anda sendiri. 

Gen Z di Indonesia

Dibesarkan selama krisis ekonomi, Gen Z, yang dikenal juga sebagai Generasi Zoomers atau post-Millennials, adalah mereka yang lahir pada 1997 hingga 2012, yang mana berusia 10-25 tahun pada 2022. Menurut data Badan Pusat Statistik (2022), Gen Z di Indonesia sebanyak 25% dengan jumlah 66.892.500.

Sekali pun generasi ini dicap sebagai generasi paling rapuh, ingin outcome maksimal dengan usaha minimal, dan minim work-ethic, ternyata 79% dari Gen Z menghabiskan waktu mereka dengan bekerja lho. Tidak bisa dipungkiri, pertumbuhan start-up mulai dikuasai oleh Gen Z apalagi di bidang teknologi, kuliner, pangan, dan kosmetik. 

Di balik segala stigma yang beredar, Gen Z adalah generasi yang paling tahan banting sebab telah melewati tiga kali krisis ekonomi yaitu pada 1998, 2008, dan 2020. Kejadian ini melatih mereka sejak dini untuk bertahan dan cerdik melihat peluang. Sepanjang pandemi, di mana banyak usaha yang gulung tikar, Gen Z justru menjadikannya momentum untuk mendapatkan penghasilan melalui investasi crypto, NFT, afiliator atau reseller, freelance, membuat video tutorial kosmetik DIY, makanan rumahan dengan delivery service, hingga mencoba magang sana-sini meski digaji rendah. 

Beberapa sifat pengusaha pada Gen Z yang bisa Anda terapkan dalam berbisnis adalah sebagai berikut:

  • Independen 
  • Sangat ambisius dan percaya diri 
  • Lebih mendahulukan hubungan sosial dibanding work-life balance
  • Selalu mencari peluang dan mencoba berbagai jenis produk usaha
  • Go with the flow alias punya kesadaran diri bahwa ada hal yang tidak bisa dikontrol 
  • Sangat vokal dan kritis dalam menyampaikan pendapat

Pertumbuhan Kosmetik di Indonesia

Dilansir dari infografis yang dipublikasikan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada 2022, produk kosmetika termasuk produk dengan pendaftaran notifikasi BPOM terbanyak dalam 6 tahun terakhir. Artinya, segmen kosmetika selalu menarik bagi pelaku usaha sehingga frekuensi produk baru setiap tahun selalu stabil dengan median 54% dari total jenis produk baru.

Baca juga: Catat, Ini Alasan Kenapa Bisnis Kosmetik Sangat Menguntungkan

 

Pertumbuhan produk Kosmetik Baru di Indonesia

Walaupun industri kosmetik di Indonesia masih dirajai oleh pendatang lama, tetapi kita harus mengakui produk baru mengalami peningkatan penjualan dalam waktu sangat singkat. Ada banyak produk lokal pendatang baru yang diciptakan oleh Gen Z, dan rata-rata hanya memerlukan dua hingga tiga tahun untuk menjadikan brand mereka sukses menyaingi produk veteran. 

Cara Bisnis Kosmetik Ala Gen Z

Mengikuti cara bisnis kosmetik dengan gaya dan perspektif Gen Z akan membawa banyak manfaat untuk bisnis Anda, khususnya jika target market Anda adalah mereka. Sekali Anda sudah berada di dalam sepatu mereka dan mengerti cara mereka bertindak, berbisnis adalah hal yang sederhana. Kuncinya adalah tahu aturannya, seperti di bawah ini. 

  • Buat produk value-based 

Alasan kenapa banyaknya produk lokal yang cepat meroket adalah karena mereka memperkuat value produk mereka. Kosmetik ciptaan Gen Z lebih dari sekedar produk yang mempercantik tubuh dan wajah; kosmetik versi Gen Z adalah alat untuk memuaskan keinginan, hasrat, dan mimpi menjadi sehat dan cantik versi diri sendiri. 

  • Optimasi media sosial demi perkuat branding yang positif

Internet dan media sosial adalah nyawa Gen Z dan mereka tidak bisa absen membuka TikTok dan Twitter setiap hari. Mereka bukan generasi yang akan tertarik membaca ulasan panjang tentang produk kecantikan jadi pastikan konten yang Anda gunakan di media sosial memiliki teknik marketing (copywriting, storytelling, desain, motion, dan lain-lain) singkat dan straightforward

  • Kolaborasi dengan segmen lain

Belakangan ini beredar kampanye antarsegmen yang unik dan berbeda. Misalnya, segmen kosmetik dan makanan yang sedang hangat diperbincangkan karena belum pernah ada kampanye serupa di Tanah Air. Ada juga segmen obat-obatan yang berkolaborasi dengan makanan. Trik ini akan memperluas branding antarsegmen yang akan meningkatkan penjualan produk Anda. 

 

  • Jual produk secara online

Kosmetik adalah segmen yang paling laris di E-commerce dengan sales quantity hampir 20 juta pada periode Januari – Juni 2022. Tiga subkategori yang memimpin ialah perawatan wajah, perawatan tubuh, dan perawatan bibir. 85% pengguna E-commerce di Indonesia berasal dari Gen Z dan Millennial. Jika Anda hendak menjual produk secara online, utamakan kepuasan pelanggan dengan menerapkan hal-hal berikut. 

  • Spesifikasi produk yang jelas
  • Kontak penjual yang jelas dan available
  • Fitur promosi yang jelas
  • Proses transaksi yang transparan
  • Adanya kebijakan privasi
  • Perlakukan karyawan seperti pelanggan

Hal yang paling sering diabaikan oleh generasi di luar Gen Z adalah kesejahteraan karyawan. Jika Anda memperlakukan karyawan tidak baik pada era sebelum internet mungkin tidak akan membawa efek apa-apa, tetapi kita hidup di era digital sekarang. Terbukanya akses informasi bisa menjadi serangan balik bagi pelaku usaha karena korban akan sangat mudah membagikan pengalaman “buruk” mereka. Gen Z adalah generasi kritis, vokal, dan altruis sehingga banyak dari mereka yang menjadi aktivis humanitarian. Oleh karena itu, banyak start-up yang dipimpin oleh Gen Z memiliki kultur yang berbeda dengan korporat. 


Share this article


Berikan Komentar

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Please fill in your information and chat with me

    YesNo
    This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

    Silakan isi informasi Anda dan chat dengan saya

      YesNo
      This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.