Inovasi Skincare: Tren Terbaru untuk Pengembangan Produk

Inovasi Skincare: Tren Terbaru untuk Pengembangan Produk

Tren kecantikan bukan lagi soal estetika melainkan juga etika. Pengembangan produk skincare kini fokus pada kepentingan individu konsumen, berharap produk kecantikan dapat menghasilkan manfaat kecantikan dan kesehatan secara menyeluruh. Hal ini mendorong masifnya inovasi skincare, sehingga menghasilkan produk-produk yang berdaya saing. 

Pertumbuhan Industri Skincare

Industri skincare di Indonesia telah mengalami perkembangan yang pesat, dan didorong oleh sejumlah faktor. Meningkatnya permintaan produk perawatan pria, visibilitas influencer, serta kehadiran bisnis digital, termasuk dukungan pemerintah untuk e-commerce juga memberikan wadah yang lebih luas bagi para pelaku usaha skincare untuk memasarkan dan menjual produk mereka. 

Bersamaan dengan dukungan terhadap e-commerce, pemerintah juga mendukung bisnis di segala segmen, sehingga memudahkan Smartpreneur dalam membuka usaha kecantikan. Hal ini bisa dilihat melalui skema pembiayaan kredit yang mudah, dan program-program seperti Program Bangga Buatan Indonesia.

Menurut data dari Statista, pendapatan pasar untuk industri skincare di Indonesia pada tahun 2022 mencapai 2.05 miliar USD atau setara dengan 30 miliar rupiah, dengan proyeksi yang akan meningkat menjadi 2.76 miliar USD atau setara dengan 43 miliar rupiah pada tahun 2024. 

Dengan laju pertumbuhan rata-rata tahunan sebesar 4.5% CAGR selama periode 2024-2027, segmen ini menjanjikan peluang yang cerah bagi Smartpreneur yang ingin mengembangkan bisnis kecantikan di Indonesia. 

Inovasi Skincare: Ide Produk

Sekalipun banyak hal yang mendorong kemajuan industri skincare, mengembangkan konsep atau ide produk membutuhkan riset yang komprehensif. Indocare B2B telah merangkum 8 inovasi skincare yang bisa digunakan sebagai panduan dalam menyusun konsep produk. 

DNA-testing

DNA-testing merupakan teknologi yang memungkinkan untuk menganalisis genom individu sebagai objek penelitian, dan mengidentifikasi pola-pola genetik yang berkaitan dengan karakteristik kulit objek penelitian, seperti tingkat kelembapan, kepekaan terhadap sinar UV, atau kecenderungan terhadap penuaan dini. 

Mekanismenya melibatkan pengambilan sampel DNA, biasanya melalui tes saliva atau swab kulit, yang kemudian dianalisis menggunakan teknologi genomika canggih di laboratorium. Manfaat utama dari DNA-testing adalah untuk menyediakan informasi personal dan spesifik tentang kebutuhan kulit, sehingga formulasi menjadi lebih tepat dan efektif. 

Microbiome-friendly

Mikrobiom merupakan mikroorganisme yang ada di permukaan kulit manusia, dan berfungsi untuk menjaga keseimbangan dan kesehatan ekosistem kulit. Manfaat utama produk microbiome-friendly termasuk menjaga kelembapan, kelembutan, dan kekenyalan kulit, serta mencegah dan mengatasi berbagai masalah kulit seperti jerawat, inflamasi, atau iritasi. 

Dengan adopsi inovasi skincare ini, Smartpreneur dihadapkan pada kesempatan untuk merancang produk-produk yang mendukung keseimbangan mikrobiom kulit, sebuah keunggulan yang sangat dicari oleh beragam segmen konsumen.

Bioprinting

Selain di bidang kesehatan, bioprinting juga bisa diterapkan untuk kecantikan. Praktek bioprinting di sektor kecantikan melibatkan penggunaan teknologi pencetakan 3D untuk membentuk struktur jaringan hidup yang menyerupai kulit manusia. Proses ini menggunakan materi yang terdiri dari sel hidup, bahan bioaktif, dan struktur scaffold yang sesuai untuk membentuk struktur jaringan yang diinginkan. 

Dalam produk skincare, bioprinting memungkinkan pengembangan formula yang lebih canggih dan efektif, dengan menghasilkan produk-produk yang diadaptasi secara khusus sesuai dengan kebutuhan kulit individu, serta mengurangi risiko inflamasi yang disebabkan oleh ketidakcocokan formula.

Kandungan Biomimetik

Biomimetik merupakan bahan atau zat-zat yang dirancang untuk meniru struktur dan fungsi alami dari bahan biologis tertentu; yang dalam kasus ini merupakan bahan yang diproduksi secara alamiah oleh tubuh. Contohnya adalah peptide yang dirancang untuk meniru aktivitas kolagen alami dalam kulit. 

Penggunaan kandungan biomimetik dalam skincare bertujuan untuk merangsang proses alami regenerasi kulit, meningkatkan produksi kolagen, dan mengurangi risiko iritasi atau reaksi alergi. Dibanding dengan non-biomimetik, kandungan biomimetik dinilai lebih stabil dan dapat diatur dengan lebih baik sehingga hasilnya juga lebih konsisten. 

Eksosom

Eksosom adalah vesikel kecil yang diproduksi oleh sel-sel dalam tubuh manusia dan menyimpan berbagai molekul biologis seperti protein, lipid, dan RNA. Oleh karena itu, ia sangat populer sebagai salah satu pengobatan di dunia medis. 

Eksosom berasal dari sumber alami seperti sel punca dari tumbuhan atau hewan yang dapat diintegrasikan ke dalam krim, serum, atau masker wajah. Pemanfaatan eksosom dalam produk skincare bertujuan untuk meningkatkan regenerasi sel dan mempercepat penyembuhan luka, serta memperbaiki kerusakan kulit akibat paparan lingkungan. 

Teledermatologi

Teledermatologi adalah salah satu inovasi skincare yang mengombinasikan telekomunikasi dan dermatologi. Dengan teledermatologi, konsumen dapat dengan mudah berkonsultasi dengan ahli kulit atau dermatolog, secara daring untuk membantu dalam mengatasi masalah kulit mereka. 

Ini memberikan akses yang lebih mudah bagi konsumen dan secara bersamaan mendorong visibilitas merek dalam menjangkau beragam segmen audiens di industri kecantikan. Dengan memanfaatkan teknologi ini, pemilik merek dapat menawarkan layanan yang lebih personal dan terfokus untuk mengerti masalah kulit konsumen. 

Bahan yang Difermentasi

Inovasi skincare selanjutnya yang bisa menjadi panduan Smartpreneur dalam menyusun konsep produk adalah dengan bahan yang difermentasi (precision-fermented ingredients). Teknik ini akan melibatkan proses fermentasi bahan-bahan alami seperti tumbuhan, buah-buahan, atau mikroorganisme untuk menghasilkan bahan atau kandungan yang lebih efektif dan bermanfaat bagi kulit. 

Contoh bahan yang difermentasi meliputi fermentasi dari beras, ginseng, atau maple yang kaya akan prebiotik dan probiotik. Prebiotik dan prebiotik inilah yang kemudian akan digunakan dalam proses pengembangan produk, sebab mereka memiliki bioavailabilitas nutrisi dan molekul aktif yang lebih tinggi. Bahan-bahan yang difermentasi dapat meningkatkan kelembapan, elastisitas, dan melindungi kulit dari bahaya polutan. 

Siap Mengembangkan Produk Skincare?

Dengan Indocare B2B, Anda dapat mengembangkan produk skincare inovatif yang memenuhi standar tertinggi dalam industri kecantikan. Sebagai manufaktur kontrak yang berpengalaman, Indocare B2B telah beroperasi sejak 1988 dan memiliki sejarah panjang dalam pengembangan produk kecantikan. 

Dengan produk pertama kami, yaitu sabun transparan, kami berkomitmen terhadap kualitas dan inovasi. Sebagai mitra dalam perjalanan pengembangan produk skincare Anda, kami menawarkan layanan lengkap yang mencakup formulasi produk, riset dan pengembangan, pengujian klinis, serta manufaktur dan pengemasan. 

Dengan menggabungkan pengetahuan mendalam tentang tren pasar lokal dengan teknologi mutakhir, Indocare B2B siap membantu Anda mewujudkan ide-ide kreatif Anda menjadi produk skincare yang sukses di pasar Indonesia yang berkembang pesat.

 

Ditinjau oleh dr. Raissa Aprilia

 

 


Share this article


Berikan Komentar

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Please fill in your information and chat with me

    YesNo
    This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

    Silakan isi informasi Anda dan chat dengan saya

      YesNo
      This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.