Memahami Jenis Perilaku Konsumen Kosmetik

Memahami Jenis Perilaku Konsumen Kosmetik

Di era yang serba kompetitif ini, industri kosmetik terus berkembang pesat. Para pelaku usaha berlomba-lomba menghadirkan produk baru yang inovatif dan menarik untuk menarik minat konsumen. Namun, di antara banyak produk yang diluncurkan, tak jarang ada yang kurang sukses di pasaran. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan hal ini adalah kurangnya pemahaman terhadap perilaku konsumen kosmetik.

Memahami jenis perilaku konsumen merupakan kunci penting dalam pengembangan produk kosmetik yang sukses. Dengan mengetahui apa yang memotivasi konsumen untuk membeli, siklus hidup produk yang mereka ikuti, dan bagaimana status atau posisi ekonomi mereka memengaruhi keputusan pembelian, perusahaan dapat merancang produk yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan target pasar.

Jenis-jenis Perilaku Konsumen dalam Membeli Produk Kosmetik

Perilaku konsumen dalam membeli produk kosmetik tidaklah homogen. Ada berbagai faktor yang memengaruhi perilaku konsumen dan keputusan pembelian mereka, mulai dari motivasi, siklus hidup produk, hingga keadaan ekonomi.

Perilaku Pembelian Berdasarkan Motivasi

Motivasi merupakan faktor pendorong utama di balik keputusan pembelian konsumen. Motivasi dapat dimaknai sebagai dorongan internal yang mendorong individu untuk melakukan tindakan tertentu guna memenuhi kebutuhan hidupnya. 

Kondisi ini menciptakan keinginan yang memacu individu untuk mencapai tujuannya dan memuaskan kebutuhan yang ada. Dalam konteks kosmetik, terdapat tiga motivasi utama yang mendasari perilaku konsumen:

Motivasi Estetika

Motivasi estetika mendorong konsumen untuk membeli produk kosmetik demi meningkatkan penampilan fisik mereka. Contohnya, produk kosmetik seperti foundation, concealer, bedak, eyeshadow, maskara, dan lipstik banyak diminati karena kemampuannya untuk mempercantik wajah dan menyamarkan kekurangan yang ada di wajah.

Motivasi Kesehatan dan Keamanan

Motivasi ini mendorong konsumen untuk memilih produk kosmetik yang aman dan menyehatkan bagi kulit mereka. Konsumen dengan motivasi ini akan mencari produk yang bebas dari bahan kimia berbahaya, hypoallergenic, dan mengandung bahan-bahan alami yang bermanfaat bagi kulit secara menyeluruh.

Motivasi Sosial dan Pengakuan

Motivasi sosial dan pengakuan mendorong konsumen untuk membeli produk kosmetik demi meningkatkan status sosial dan mendapatkan pengakuan dari orang lain. Penggunaan produk  kosmetik dari merek terkemuka tren produk bisa menjadi cara bagi konsumen untuk menunjukkan citra diri yang positif dan diterima di lingkungan sosial mereka.

Perilaku Pembelian Berdasarkan Siklus Hidup Produk

Siklus hidup produk mengacu pada tahap-tahap yang dilalui oleh produk kosmetik, mulai dari peluncuran hingga penarikan dari pasar. Jenis perilaku konsumen dalam membeli produk kosmetik juga dipengaruhi oleh tahap siklus hidup produk tersebut:

Pembelian Rutin

Pada tahap ini, produk kosmetik telah mencapai tingkat kedewasaan dan menjadi bagian dari rutinitas konsumen. Konsumen membeli produk secara rutin untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pembelian Impulsif

Pembelian impulsif terjadi ketika konsumen membeli produk tanpa perencanaan sebelumnya. Contoh perilaku konsumen dengan pembelian impulsif adalah ketika mereka memutuskan membeli karena ada promo menarik, display produk yang menarik, atau pengaruh dari influencer (bukan karena kebutuhan atau kebiasaan).

Pembelian Berdasarkan Siklus Mode dan Tren

Konsumen dengan motivasi tren akan selalu mencari produk kosmetik terbaru yang mengikuti tren terkini. Mereka rela membeli produk baru meskipun belum tentu sesuai dengan kebutuhan mereka, bisa juga dipengaruhi oleh rasa cemas akan merasa tertinggal atau FOMO.

Perilaku Pembelian Berdasarkan Status Ekonomi

Status ekonomi konsumen juga memengaruhi perilaku pembelian mereka dalam memilih produk kosmetik:

Pembelian Produk Premium

Konsumen dengan kemampuan ekonomi tinggi cenderung memilih produk kosmetik premium dengan harga yang lebih mahal. Mereka menghargai kualitas, eksklusivitas, dan brand image yang ditawarkan oleh produk premium.

Pembelian Produk Menengah

Konsumen pada kelompok ini mencari keseimbangan antara harga dan kualitas. Mereka bersedia membeli produk dengan harga yang lebih tinggi dari produk ekonomis, tetapi masih dalam batas kemampuan mereka.

Pembelian Produk Ekonomis

Jenis perilaku konsumen dengan kemampuan ekonomi terbatas akan mencari produk kosmetik yang terjangkau dan menawarkan nilai terbaik dengan harga yang lebih murah. Mereka mungkin lebih memilih produk lokal atau merek yang kurang terkenal.

Memahami jenis-jenis perilaku konsumen kosmetik sangat penting bagi perusahaan untuk mengembangkan produk yang tepat dan menjangkau target pasar yang sesuai. Dengan memahami motivasi, siklus hidup produk, dan preferensi konsumen berdasarkan status ekonomi, perusahaan dapat merancang strategi pemasaran efektif dan meningkatkan peluang mereka untuk meraih kesuksesan di pasar kosmetik yang kompetitif.

Bagi Smartpreneur yang ingin terjun ke bisnis kosmetik dan skincare, memiliki data dan sumber daya serta penelitian dan pengembangan (R&D) yang memadai akan membantu dalam menghasilkan produk terbaik yang sesuai dengan target pasar. 

Indocare B2B dengan pengalaman sejak 1988 siap membantu Smartpreneur yang ingin membangun bisnis kosmetik tetapi terbentur pada sumber daya dan R&D. Mulai dari konsultasi konsep, formulasi, hingga proses produksi akan ditangani oleh tenaga profesional kami. Hubungi kami sekarang juga dan konsultasikan kebutuhan maklon kosmetik Anda!

 


Share this article


Berikan Komentar

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Please fill in your information and chat with me

    YesNo
    This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

    Silakan isi informasi Anda dan chat dengan saya

      YesNo
      This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.