Jual Kosmetik Dan Skin Care Di Masa Pandemi: Menguntungkan?

Jual Kosmetik Dan Skin Care Di Masa Pandemi: Menguntungkan?

Saat pandemi, banyak bisnis yang merugi karena penjualan menurun. Bagaimana dengan produk skin care dan kosmetik? Apakah jual kosmetik dan skin care di masa pandemi ini menguntungkan? Simak di artikel ini.

Pada artikel ini, Anda akan mendapatkan informasi tentang bagaimana prospek jual skin care dan kosmetik di masa pandemi Covid-19. Diskusikan pertanyaan seputar membuat dan memasarkan produk skin care merek sendiri dengan kami disini. Ketik pertanyaan Anda pada form hijau di sebelah kanan layar. Kami akan membantu Anda secepatnya.

Prospek Jual Kosmetik Dan Skin Care Di Masa Pandemi

Pandemi Covid-19 sudah berjalan sejak bulan Maret 2020 lalu. Banyak industri yang terkena dampak negatif cukup besar, sebab pandemi ini menyebabkan penurunan penjualan. Tapi bagaimana dampak pandemi ini terhadap industri skin care dan kosmetik?

Ternyata di tengah pandemi Covid-19, industri kecantikan (termasuk skin care dan kosmetik) di Indonesia masih dapat tumbuh dan berkembang. Menurut prediksi Statista, pendapatan yang dihasilkan industri kecantikan Indonesia tahun 2020 mencapai 7,095 miliar Dollar Amerika, tumbuh sekitar 2 persen dari tahun 2019. 

Namun pertumbuhan ini lebih rendah dibandingkan tahun 2019, yang mencapai 5,59 persen dari tahun 2018. Hal ini disebabkan banyaknya konsumen yang membatalkan atau menunda pembelian produk kosmetik. Hasil survei McKinsey menunjukkan sebanyak 8% responden Indonesia membatalkan atau menunda pembelian make-up pada awal Mei 2020. Menurut Bryan David Emil Tilaar, Direktur Utama PT. Martina Berto Tbk, penjualan produk kosmetik turun sebanyak 10 persen selama masa pandemi.  

Masa pandemi membuat banyak orang lebih sering berada di rumah, dan wajib menggunakan masker saat keluar rumah. Kedua hal ini juga menjadi faktor penyebab turunnya pembelian produk kosmetik. Sebaliknya, produk skincare justru dicari selama masa pandemi. Hal tersebut disebabkan wanita menjadi lebih sering merawat diri selama masa pandemi karena lebih sering berada di rumah, dan keengganan untuk mendatangi klinik perawatan tubuh.

Menurut laporan Euromonitor International, pasar kecantikan di Indonesia diprediksi akan tumbuh paling cepat bila dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya. Pada tahun 2019 pasar kecantikan Indonesia diperkirakan bernilai 6,03 miliar Dollar Amerika. Sepanjang tahun 2019 lalu, industri kecantikan Indonesia memang mencatatkan pertumbuhan nyaris mencapai 6%. Euromonitor International juga memperkirakan bahwa industri kecantikan Indonesia tetap akan tumbuh menjadi 8,46 miliar Dollar Amerika pada tahun 2022 mendatang.

Esther Sri Astuti, Direktur Program Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), juga menyatakan bahwa penjualan produk kecantikan (termasuk skin care) secara online meningkat dua kali lipat selama masa pandemi. Hal ini disebabkan adanya optimalisasi teknologi digital, inovasi produk yang dilakukan para produsen, serta promosi yang dilakukan e-commerce.

Memilih Maklon Skin Care Yang Tepat

Namun dibalik pertumbuhan positif tersebut, industri kecantikan juga menghadapi kendala sulitnya bahan baku. Menurut Michael Simon, Wakil Ketua PERKOSMI Jawa Barat, kesulitan bahan baku dan kemasan industri kecantikan terjadi karena beberapa bahan baku impor tidak bisa masuk ke Indonesia. Bagaimana solusinya?

Untuk menyiasati sulitnya bahan baku dan kemasan, Anda bisa bekerja sama dengan maklon skin care yang memiliki supply chain terintegrasi. Hal ini dapat menjamin pengadaan bahan baku dan bahan kemasan, proses produksi, pengepakan, pengiriman, penyimpanan, distribusi dan penjualan yang efisien. Pilih pula maklon yang dapat menjamin tersedianya bahan baku dan bahan kemasan dari luar negeri tepat waktu, seperti Indocare B2B.


Share this article


Berikan Komentar

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

Let's discuss...





This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.