5 Keuntungannya Memasarkan Produk Private Label

5 Keuntungannya Memasarkan Produk Private Label

Untuk meningkatkan angka penjualan perusahaan ritel, ada berbagai macam cara. Salah satunya adalah membuat dan memasarkan produk private label. Apa itu produk private label atau label pribadi? Apa saja keuntungan yang didapatkan peritel jika memasarkan produk private label? Simak di artikel ini.

Pada artikel ini, Anda akan mendapatkan informasi tentang keuntungan memasarkan produk private label. Diskusikan pertanyaan seputar membuat dan memasarkan produk private label dengan kami disini. Ketik pertanyaan Anda pada form hijau di sebelah kanan layar. Kami akan membantu Anda secepatnya.

Untungnya Memasarkan Produk Private Label

Menurut Philip Kotler dan Gary Armstrong, private label merupakan adalah merek yang diciptakan dan dimiliki oleh penjual eceran barang dan jasa. Sebagai contoh, minimarket Indomaret memasarkan produk air mineral kemasan dengan merek yang sama.

Tujuan peritel menciptakan dan memasarkan produk private label adalah untuk meningkatkan angka penjualan mereka. Lalu keuntungan apa saja yang bisa didapatkan peritel dengan menjual produk-produk private label? Berikut beberapa diantaranya:

1. Harga kompetitif

Umumnya produk berlabel pribadi dibanderol dengan harga yang cukup kompetitif. Beberapa faktor yang membuat produk-produk berlabel pribadi bisa memiliki harga yang kompetitif adalah jalur distribusinya yang pendek, biaya promosinya rendah, dan kecilnya biaya MOGE (marketing, overhead dan general expenses).

2. Private label keuntungan lebih besar

Menurut sebuah riset yang dilakukan oleh Food Marketing Institute di Amerika Serikat, peritel mampu mendapatkan keuntungan gross margin 35% dari produk berlabel pribadi. Sedangkan laba gross margin dari produk ‘bermerek’ yang mereka pasarkan hanya sekita 25,9%. 

Sebab peritel tahu jenis produk mana saja yang termasuk produk fast moving (perputarannya cepat), dan mereka pun menciptakan dan memasarkan produk berlabel pribadi fast moving yang membuat keuntungan semakin besar.

3. Mampu menopang nama brand

Produk berlabel pribadi biasanya memiliki merek yang spesifik serta unik, sesuai dengan nama merek peritel. Merek private label identik inilah yang dapat membuat konsumen untuk selalu mengingat nama merek peritel. Hal ini membuat produk berlabel pribadi menjadi sarana promosi merek ritel secara tidak langsung.

4. Produk dapat sesuaikan dengan trend pasar

Produk-produk berlabel pribadi bisa dibuat khusus berdasarkan permintaan atau trend pasar yang sifatnya musiman. Contohnya payung saat musim hujan, masker pernapasan, suplemen vitamin, atau hand sanitizer saat pandemi Covid-19 terjadi.

5. Cukup berfokus pada pemasarannya

Para peritel tidak perlu memakai sumber daya mereka untuk mengurus proses produksi produk berlabel pribadi. Sebab produk berlabel pribadi dapat diproduksi oleh partner maklon. Semua urusan: mulai dari izin produksi, manajemen kualitas, sampai penggunaan bahan baku, akan menjadi tanggung jawab dari maklon.

Bahkan jika ada keluhan dari konsumen, maka partner maklon pula yang akan bertanggung jawab. Kondisi ini membuat peritel dapat fokus pada strategi pemasaran dan penjualan produk.

Pilih Partner Maklon Private Label Terbaik

Maklon adalah sebuah kegiatan manufaktur produk, yang dilakukan seseorang atau sebuah perusahaan, untuk memenuhi permintaan pihak lain. Agar dapat memfokuskan sumber dayanya untuk pemasaran dan penjualan produk berlabel pribadi, peritel sebaiknya bekerja sama dengan partner maklon untuk mengurus produksi produk.

Beberapa hal yang dapat dijadikan patokan dalam memilih partner maklon adalah:

  1. Pilihlah maklon yang berpengalaman, untuk meminimalisir resiko kegagalan produksi.
  2. Maklon yang dipilih sebaiknya memiliki fasilitas pabrik yang memenuhi standar pemerintah.
  3. Lihatlah jaringan suppliernya, dan pilihlah maklon yang memiliki jaringan supplier luas serta terintegrasi.
  4. Integritas itu penting, jadi lebih baik memilih maklon yang selalu mematuhi peraturan berlaku, dan memiliki reputasi perilaku bisnis terpuji.
  5. Pilihlah maklon yang mengedepankan produk-produk inovatif, dengan memiliki kemampuan research and development, serta research scientific support.
  6. Lihatlah sertifikasi sebuah maklon. Pastikan maklon yang dipilih memiliki sertifikasi BPOM, akreditasi Sistem Jaminan Halal (SJH) dari MUI.

Share this article


Berikan Komentar

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

Let's discuss...





    This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.