Manajemen Bisnis Kosmetik dalam Memulai Usaha Skincare

Manajemen Bisnis Kosmetik dalam Memulai Usaha Skincare

Indonesia tumbuh menjadi pasar kosmetik dan produk skincare yang terus berkembang. Pada tahun 2022, pasar beauty and personal care Indonesia melaporkan pertumbuhan pendapatan tahunan sekitar 14%. Situasi demikian melahirkan peluang bagi pelaku pasar global dan lokal dalam industri kecantikan, termasuk Anda sebagai Smartpreneur. Maka, memahami cara manajemen bisnis kosmetik yang efektif akan membantu Anda memulai usaha skincare dari nol. Ini yang dapat Anda lakukan.

Susun Rencana Bisnis Perusahaan Kosmetik

Salah satu cara memahami bagaimana perusahaan kosmetik beroperasi sehari-hari adalah dengan merumuskan business plan. Mempunyai struktur bisnis yang tepat penting agar Anda fokus dalam memutuskan langkah-langkah untuk mencapai tujuan jangka pendek dan jangka panjang.

Rencana bisnis yang kuat berperan sebagai kompas manajemen bisnis kosmetik Anda. Beberapa elemen penting dalam rencana bisnis ini antara lain:

  • Ringkasan business plan, memberi gambaran umum tentang bisnis kosmetik.
  • Deskripsi perusahaan, apa yang dilakukan bisnis Anda, masalah atau kebutuhan yang muncul berikut solusi yang ditawarkan, identifikasi target pelanggan, pemasok, dan keunggulan dibandingkan kompetitor.
  • Analisis pasar, amati industri kosmetik dan identifikasi kompetitor, serta data tren pasar terkini.
  • Struktur organisasi, apakah kepemilikan perseorangan, kemitraan, atau struktur berbeda.
  • Lini produk dan layanan, menjelaskan produk yang dijual secara detail.
  • Strategi pemasaran dan penjualan untuk menarik dan mempertahankan pelanggan.
  • Proyeksi keuangan, termasuk proyeksi keuntungan, kerugian, laporan arus kas, dan neraca untuk tahun pertama bisnis.
  • Lampiran, berisi dokumen pendukung yang membantu pengelolaan bisnis kosmetik.

Cari Tahu Tren Kosmetik Terkini

Pandemi COVID-19 mengubah permintaan produk dan perilaku pembelian konsumen, termasuk kosmetik. Maka, penting untuk mencari tahu dan memahami tren kosmetik terkini. 

Terlebih lagi, persaingannya ketat; sekadar meluncurkan produk saja belum cukup. Anda harus tampil dengan produk yang unik dan berbeda dari produk para pesaing di pasar.

Sebelum mengurus manajemen bisnis kosmetik, Anda perlu melakukan riset pasar lebih dulu. Mana jalan yang Anda pilih, memanfaatkan tren atau menciptakan sentuhan baru pada tren favorit. 

Putuskan juga apakah produk Anda bertujuan mengisi ceruk pasar (niche) tersebut atau melayani kebutuhan konsumen yang kurang terwakili. Lalu, susun cara untuk memenuhi kebutuhan pelanggan potensial di pasar tertarget Anda. 

Jadi, Anda lebih yakin dalam mengambil langkah produksi produk karena memang ada permintaan pasar dari segmen yang diincar.

Perluas Jaringan dalam Industri Kosmetik

Sambil meneliti tren, Anda dapat memanfaatkannya untuk memperluas jaringan dalam industri kosmetik. Cara ini cukup efektif dalam memvalidasi ide produk maupun menemukan peluang bisnis.

Ada banyak pemain industri kecantikan—mulai dari beauty brand, blogger, YouTuber, influencer, media dan jurnalis, hingga produsen. Anda dapat mengikuti mereka dan mempelajari konten, profil, hingga produk yang dijual, diproduksi, atau ditinjau.

Bangun pula koneksi dengan mereka sejak Anda berniat memulai bisnis kosmetik. Bisa dengan rajin berkomentar di postingan, melakukan tinjauan produk, hingga mengikuti acara peluncuran produk. Dengan begitu, bukan cuma jaringan yang terbentuk, tetapi juga wawasan dan pengetahuan Anda seputar dunia kecantikan. 

Cek Pengurusan Izin Edar dan Keamanan Produk

Agar produk kosmetik layak beredar di pasar, apa yang perlu Anda lakukan? Tentu saja mengecek pengurusan izin edar dan keamanan produk. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan produk kosmetik wajib mempunyai izin edar atau notifikasi kosmetik. Artinya, produk yang beredar sudah melewati evaluasi keamanan, mutu, dan manfaat.

Hasil pengawasan BPOM pada iklan kosmetik selama 2020–2023 menjumpai rata-rata temuan pelanggaran iklan kosmetik sebanyak 22,65% dari total iklan kosmetik. Sekitar 78,75% pelanggaran ketentuan iklan kosmetik justru paling banyak beredar di media online.

Itu sebabnya, Smartpreneur harus memiliki pemahaman dan literasi tentang regulasi dan ketentuan peredaran kosmetik di Indonesia. Jika produk kosmetik sudah memenuhi keamanan dan kualitas sesuai standar, pengembangan produk yang inovatif dan bersaing di pasar global akan lebih mudah dilakukan.

Gandeng Perusahaan Maklon Kosmetik untuk Efisiensi Produksi

Memulai bisnis kosmetik dari nol dan mengurus manajemen bisnis kosmetik bukan perkara mudah, apalagi saat membahas proses produksi yang panjang. Namun, ada solusi terbaik, yaitu menggandeng perusahaan maklon kosmetik atau kosmetik untuk efisiensi produksi.

Maklon kosmetik merupakan layanan (private label) yang menyediakan pembuatan produk kosmetik sesuai permintaan klien. Bermitra dengan perusahaan maklon kosmetik pilihan tepat untuk pebisnis pemula, bisnis rumahan, online, atau partai kecil yang belum mempunyai pabrik dan tenaga profesional.

Perusahaan maklon kosmetik menguntungkan Smartpreneur dalam banyak hal, antara lain:

  • Menghemat biaya
  • Timeline produksi yang lengkap dan akurat
  • Efisiensi operasional perusahaan karena tidak harus punya pabrik dan karyawan khusus
  • Didukung tenaga profesional berpengalaman
  • Kualitas bahan, produk, dan pengemasan terjamin
  • Produksi one-stop atau end-to-end, dari bahan baku, kandungan aditif, kemasan, sampai produk jadi siap edar.

Menggandeng perusahaan maklon kosmetik berarti Anda bisa fokus ke hal lain, seperti manajemen bisnis kosmetik, riset tren dan perkembangan kosmetik, maupun strategi pemasaran. Bahkan, Anda tidak perlu repot mengurus sendiri BPOM dan sertifikasi halal. Cukup serahkan semuanya pada perusahaan maklon kosmetik.

Nah, jika Anda mencari perusahaan maklon kosmetik berpengalaman, Indocare B2B adalah jawabannya. Dengan proses one-stop-development, kami membantu Anda mengembangkan produk impian dari awal sampai akhir produksi.

 


Share this article


Berikan Komentar

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Please fill in your information and chat with me

    YesNo
    This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

    Silakan isi informasi Anda dan chat dengan saya

      YesNo
      This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.