Pelajaran Bisnis Pomade Brian Baylosis

Kisah Brian Baylosis Membuka Bisnis Pomade di Filipina

Banyak orang yang meremehkan Brian Baylosis, ketika dirinya memulai bisnis pomade miliknya sendiri di Filipina. Lalu bagaimana ia mulai membuat produk pomade sendiri dan membangun bisnisnya? Simak kisahnya disini.

Di artikel ini, Anda akan mendapatkan informasi tentang kisah inspiratif Brian Baylosis merintis bisnis pomade di Filipina. Diskusikan pertanyaan seputar maklon kosmetik dengan kami disini. Ketik pertanyaan Anda pada form hijau di sebelah kanan layar. Kami akan membantu Anda secepatnya.

Sejak kecil, Brian memang sudah suka bereksperimen dengan rambutnya. Mulai dari mencoba gaya rambut yang berbeda-beda, dan bergonta-ganti gel rambut. Sebab Brian masih dalam tahap pencarian gaya rambut yang paling sempurna.

Saat dirinya muda, grooming adalah hal yang kurang populer di kalangan pria. Namun fakta ini justru memicu idenya untuk bereksperimen dengan berbagai macam bahan untuk menciptakan jajaran produk pomade.

Bisnis Pomade Dari Halaman Belakang

Kedua orang tua Brian tidak menduga bisnis pomade anaknya akan sukses besar, ketika Brian mulai berjualan pomade buatannya sendiri di halaman belakang rumah. “Dulu saya menggunakan gel, wax, dan clay untuk rambut saya. Tapi ketika usia saya bertambah, saya penasaran dengan cerita orang-orang yang lebih tua dari saya tentang pomade. Dan saya menyukainya,” kisah Brian.

Kemudian Brian lanjut berkisah bahwa ia akhirnya memutuskan untuk membuat sendiri pomade, setelah melakukan riset dan meminta bantuan ahli rambut. “Lalu lahirlah Man Pomade,” jelasnya.

Di tahun 2015, Brian memulai bisnis pomade dengan mendirikan perusahaan pomade sendiri. “Pertama kali saya hanya sendiri, sebab kedua orang tua saya belum yakin jika produk pomade bisa laku terjual,” cerita Brian. Namun menurutnya, kedua orang tuanya tetap membantu dengan memberi modal awal.

Usaha pertama yang Brian lakukan adalah membuka akun Instagram, dan halaman Facebook untuk merek pomadenya. “Saat itu saya harus melakukan pertemuan untuk menjual produk saya secara personal. Saya juga mengunjungi beberapa barbershop untuk memasarkan produk dan agar mereka mau mencobanya,” ungkap Brian.

Ya, itulah langkah pertama yang dilakukan Brian Baylosis. Ia mempromosikan secara online produk-produk pomade miliknya. Kemudian ia bertemu dengan konsumen-konsumennya di barbershop di kota asalnya, Batangas, Filipina.

“Saat pertama kali, saya tidak memiliki alat-alat canggih. Semua produk pomade, saya buat dengan tangan menggunakan penggorengan,”sebut Brian bernostalgia.

Lalu perlahan permintaan pomade miliknya meningkat. Brian mau tidak mau harus menambah karyawan, serta membuka dua cabang toko baru di Batangas dan di ibukota Manila. Ia pun harus meningkatkan bisnisnya, dari yang hanya bisnis rumahan menjadi bisnis skala nasional.

Salah satu alasan terbesar kenapa popularitas dan penjualan produk Man Pomade dapat melejit dengan cepat adalah dukungan para fans, khususnya di media sosial.

Sampai awal tahun 2019, Brian Baylosis mengembangkan bisnis pomade miliknya hingga memiliki 20 outlet fisik yang tersebar di seluruh Filipina. Brand pomade miliknya, Man Pomade, juga telah memiliki follower banyak di platform media sosial dan situs e-commerce. Di Facebook sendiri, Man Pomade mempunyai lebih dari 300 ribu follower.

“Alasan kenapa kami memiliki banyak konsumen loyal bukan hanya karena mereka mencintai produk kami. Tapi juga karena produk kami bisa membuat rambut para konsumen lebih sehat,” ujar Brian.

Jika ingin merintis bisnis personal care namun tidak ingin menjalani ruwetnya proses produksi produk, Anda bisa bekerja sama dengan maklon personal care. Pilihlah maklon one stop solution, sebab bisa membantu usaha kita dalam banyak hal, yaitu:

  • Membuat Anda bisa fokus pada bidang pemasaran dan penjualan produk
  • Anda tidak akan dipusingkan dengan proses produksi barang
  • Mengurangi resiko permodalan
  • Bebas dari birokrasi produk (izin BPOM dan sertifikasi CPKB)
  • Menurunkan resiko kegagalan produk
  • Memangkas supply chain
No Comments

Post A Comment