Pentingnya Memiliki dan Mengurus CPKB

Pentingnya Memiliki CPKB dan Bagaimana Mengurusnya



Apa pentingnya memiliki sertifikat CPKB bagi produsen produk skin care dan kosmetik? Bagaimana efek CPKB terhadap barang yang diproduksi? Kenapa banyak produsen yang belum mau mengurus CPKB?

Apa Itu CPKB?

CPKB adalah singkatan dari cara pembuatan kosmetika yang baik. Tujuan dari diadakannya sertifikasi CPKB adalah, agar para produsen skin care dan kosmetik bisa menghasilkan produk yang memenuhi tingkat mutu tertentu secara konsisten. Penerapan CPKB merupakan sebuah investasi bagi produsen, yang akan memberikan benefit bagi pemilik sertifikatnya.

Mengurus CPKB dan menerapkannya bukan sekadar menambah fasilitas atau menambahkan bangunan pabrik saja, produsen juga harus mengubah sistem kerja keseluruhan. Ada 13 aspek pokok yang wajib diubah sistem kerjanya sesuai ketentuan, yaitu:

  • Sistem manajemen.
  • Personalia.
  • Bangunan dan fasilitas.
  • Sanitasi dan kebersihan.
  • Peralatan.
  • Produksi.
  • Pengawasan mutu.
  • Dokumentasi.
  • Penyimpanan.
  • Audit internal.
  • Kontrak produksi dan pengujian.
  • Penanganan keluhan.
  • Penarikan produk.

Persyaratan CPKB untuk industri kosmetik pun dibedakan menjadi dua golongan, A dan B. Untuk persyaratan CPKB industri kosmetik golongan A adalah memiliki apoteker sebagai penanggung jawab, mempunyai fasilitas produksi sesuai dengan produk, memproduksi semua bentuk dan jenis sediaan, memiliki fasilitas laboratorium, dan wajib menerapkan seluruh aspek CPKB.

Sedangkan persyaratan CPKB industri kosmetik golongan B adalah minimal memiliki tenaga Teknis Kefarmasian sebagai penanggung jawab, mempunyai fasilitas produksi berteknologi sederhana yang sesuai dengan produk, tidak diperbolehkan memproduksi sediaan bayi, sediaan berbahan antiseptik, anti ketombe, pencerah kulit, dan tabir surya, bentuk dan jenis sediaan kosmetika berteknologi sederhana, menerapkan kebersihan sanitasi dan dokumentasi.

Bagaimana Mengurus CPKB?

Untuk mendapatkan sertifikasi, ada beberapa tahap mengurus CPKB yang harus dilewati oleh produsen kosmetik. Beberapa tahapan tersebut adalah:

1. Ikut pelatihan penerapan CPKB

Pelatihan ini akan menjelaskan tiga belas aspek yang wajib diubah dan cara sertifikasi CPKB. Pelatihan CPKB ini biasanya digelar oleh pihak BPOM.

2. Audit awal

Tujuannya adalah untuk mengetahui sejauh mana kekurangan produsen untuk menerapkan CPKB secara menyeluruh. Tim audit CPKB akan melakukan konsultasi dan penilaian atas penerapan CPKB. Produsen akan diberikan laporan hal apa saja yang harus disesuaikan dengan standar CPKB.

3. Memenuhi laporan audit awal

Produsen diharuskan membuat rencana dan prioritas untuk menyesuaikan beberapa faktor dengan standar CPKB. Tiga faktor yang biasanya disesuaikan dengan standar CPKB adalah:

  • Perbaikan sistem.
  • Peningkatan keterampilan pekerja.
  • Secara bertahap memperbaiki fasilitas produksi.

4. Mengajukan sertifikasi CPKB

Jika produsen sudah menyesuaikan semua faktor dengan standar CPKB, dan menerapkannya secara konsisten, maka produsen bisa mengajukan permohonan sertifikasi CPKB ke BPOM. Caranya dengan mengirimkan surat permohonan yang dilengkapi dokumen-dokumen pendukung ke BPOM. Selanjutnya, pihak BPOM akan melakukan audit.

Apa Pentingnya CPKB?

Penting tidaknya CPKB dapat dilihat dari tujuan dibuatnya sertifikasi CPKB sendiri. Tujuan CPKB secara umum adalah:

  • Melindungi masyarakat terhadap hal-hal yang merugikan dari produk kosmetik tidak memenuhi persyaratan standar mutu dan keamanan.
  • Meningkatkan nilai tamban dan daya saing produk kosmetik buatan Indonesia di pasar internasional.

Produk berkualitas Dengan Standar CPKB

Merasa kesulitan untuk mendapatkan sertifikasi CPKB, namun ingin memasarkan produk berkualitas CPKB? Ada solusi sederhana untuk pertanyaan ini, yaitu bekerja sama dengan maklon skin care dan kosmetik yang sudah bersertifikasi CPKB.



No Comments

Post A Comment