Prospek dan Jenis Bisnis Anti Aging yang Menjanjikan

Prospek dan Jenis Bisnis Anti Aging yang Menjanjikan

Ketika berbicara soal cara menghilangkan tanda-tanda penuaan, cara paling efektif dan banyak dilakukan adalah treatment di klinik kecantikan dengan harga yang fantastis. Namun tidak sedikit orang yang memilih alternatif produk anti-aging dengan harga yang jauh lebih murah dibanding treatment. Hal ini tentunya menciptakan peluang bagi pemasar yang ingin berkecimpung di industri skincare anti-aging.

Namun sebenarnya mengapa produk anti-aging laris di pasar Indonesia? Lalu jenis skincare apa yang menjadi trend? Simak artikel berikut untuk mengetahui lebih dalam mengenai trend market anti-aging di Indonesia, dan mengapa bisnis anti-aging patut Anda pertimbangkan. 

Jenis Skincare

10 step skincare routine sudah kuno, saatnya memasuki era minimalisme di tahun 2022. Era minimalisme membuat target market Anda menjadi lebih selektif dalam pemilihan skincare dan akan lebih mudah untuk Anda fokus terhadap pengembangan produk . Berikut jenis skincare minimalis wajib yang banyak digunakan. 

1. Cleanser

Biasanya produk skincare anti-aging diaplikasikan setelah membersihkan wajah dengan cleanser atau facial wash karena bertujuan untuk menghapus debu dan sisa make up di wajah. Meski tidak cukup populer, cleanser anti-aging memiliki potensi yang baik bagi target market yang berusia di atas 40 tahun.

2. Exfoliator

Exfoliator menjadi skincare wajib bagi orang-orang, terlepas dari apakah mereka menggunakan 10 step skincare routine atau minimalis. Exfoliator dapat mengangkat sel-sel kulit mati yang membuat wajah menjadi kusam. Ada dua jenis exfoliator yaitu physical exfoliator dan chemical exfoliator.

Physical exfoliator: mengangkat sel kulit mati secara fisik dan manual pada permukaan kulit. Tipe yang paling populer adalah scrub. Namun karena berpotensi mengiritasi kulit, face scrub yang memiliki partikel besar kurang direkomendasikan oleh ahli dermatologis. 

Chemical exfoliator: mempercepat proses regenerasi kulit dari dalam dengan berbagai bahan kimia. Chemical exfoliator akan mengalami peningkatan dan tetap stabil karena banyaknya opsi senyawa kimia yang aman di pasaran seperti bakuchiol, phyto stemcell dan collagen. Jika ingin mengurangi garis halus dan kerutan, chemical exfoliator adalah skincare yang tidak akan dilewatkan oleh orang-orang. 

3. Sunscreen

Selain usia, penuaan dini juga diakibatkan oleh paparan sinar matahari. Sinar matahari membuat munculnya bintik-bintik hitam dan garis halus pada kulit. Sunscreen hadir sebagai alat pencegah penuaan dini yang wajib dimiliki, apalagi jika sering beraktivitas di luar rumah. Tanpa sunscreen, skincare akan sia-sia. 

4. Serum

Produk anti-aging umumnya menargetkan mereka yang berusia 30 tahun ke atas. Namun serum aman dan dianjurkan bagi usia yang lebih muda. Dengan packaging yang lebih menarik dan eye-catching, perkembangan serum di Indonesia tetap populer dan mengalami peningkatan, apalagi bagi usia yang lebih muda. 

5. Moisturizer

Berbicara mengenai produk anti-aging tidak akan pernah lepas dari moisturizer atau cream. Sebelum budaya 10 skincare routine ada dan menyebar, cream adalah satu-satunya jenis skincare yang dipercaya ampuh terhadap manfaat yang diklaim. Maka tidak heran umumnya harga yang dipatok lumayan mahal, namun target market moisturizer selalu stabil. 

Kenapa Orang-orang Memilih Produk Anti-aging

Selain usia yang sudah tidak muda, tapi apa sebenarnya yang membuat orang-orang menggunakan produk anti-aging? 

1. Lebih murah dibanding perawatan klinik

Perawatan di klinik kecantikan akan merogoh kocek yang tidak sedikit. Rata-rata klinik kecantikan di Indonesia berkisar antara 1 juta ke atas. Selain treatment, yang membuat mereka enggan ke klinik kecantikan adalah takut akan ketergantungan sebab produk yang ditawarkan adalah produk klinik tersebut. 

Sementara skincare dinilai lebih ramah di kantong dan mereka bebas memilih produk yang mereka mau, tergantung value masing-masing. Selain itu, mudahnya akses informasi terkait brand atau skincare yang dituju juga menjadi pertimbangan. Orang-orang tahu mengenai harga produk, testimoni dan keunggulannya hanya dengan satu kali klik di ponsel. Tidak seperti klinik perawatan yang biasanya harus berkonsultasi lebih dulu. 

2. Lebih aman dipakai untuk sehari-hari

Orang-orang tidak perlu takut akan dampak menggunakan anti-aging meski belum ada tanda-tanda penuaan dini. Hal ini karena proses penuaan dini bisa diperlambat dengan bantuan skincare. Melalui sumber informasi yang tak terbatas, mereka akan lebih teredukasi dan sadar terkait masalah fisik yang akan mereka hadapi. 

Lagipula, semua orang, terlepas dari jenis kelaminnya selalu ingin terlihat segar dan awet muda untuk menunjang penampilan dan percaya diri. 

3. Lebih baik mencegah daripada treatment mahal 

Konsumen tidak ingin merogoh kocek besar pada satu waktu dengan iming-iming khasiat yang belum tentu benar adanya. Mereka ingin berada di jalur yang aman tanpa resiko yang berarti. Menggunakan skincare adalah pilihan yang tepat karena selain murah, konsumen mendapatkan khasiat yang diinginkan dengan testimoni yang dapat diakses dengan mudah di internet. 

Trend Market Produk Anti-aging di Indonesia

Indonesia sebagai salah satu negara di Asia Pasifik merupakan pasar masif untuk produk anti-aging. Hal ini dilatarbelakangi karena sebagai negara tropis, yang terpapar sinar matahari setahun penuh, mengakibatkan penuaan dini pada kulit banyak orang, terutama bagi mereka yang sering beraktivitas di luar rumah. 

Tanda-tanda penuaan dini yang dimaksud ialah garis halus, kerutan, bintik hitam dan pori-pori wajah membesar. Masalah ini berpotensi lahirnya berbagai jenis skincare dengan kandungan yang berbeda-beda. Bervariatifnya produk menghasilkan market yang besar pula. 

Menurut beberapa riset, produk anti-aging akan mengalami peningkatan di Indonesia karena selain faktor geografis, juga faktor demografis. Dikutip dari Badan Pusat Statistika pada tahun 2021, terdapat usia produktif yang sebaiknya menggunakan anti-aging dari usia 20 hingga 49 tahun dengan populasi 127jt jiwa. Sementara jumlah seluruh populasi di Indonesia adalah 273jt jiwa, artinya 47% populasi Indonesia membutuhkan anti-aging. 

Dewasa ini, dengan segala informasi yang tersedia, konsumen memiliki literasi yang cukup terhadap apa yang baik untuk kulit mereka. Dikutip dari Vogue, trend skincare nomor 1 tahun 2022 ialah skincare yang berfokus untuk menjaga skin barrier yang klaimnya banyak dijumpai di serum. 

Bekerjasamalah dengan Kami

Untuk mendukung bisnis Anda, bekerjasamalah dengan kami sebagai perusahaan manufaktur kontrak yang bekerja secara one step solution atau dari hulu ke hilir. Kami akan membantu Anda mulai dari pembuatan konsep produk, formulasi, tes stabilitas dan kompatibilitas produk, registrasi ke BPOM, MUI dan badan terkait lainnya hingga produksi. 

Memiliki pertanyaan? Hubungi kami kapan saja, kami akan membantu Anda saat itu juga. 


Share this article


Berikan Komentar

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.
Please fill in your information and chat with me

    YesNo
    This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

    Silakan isi informasi Anda dan chat dengan saya

      YesNo
      This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.