bagaimana tips memulai usaha

Bagaimana Memulai Sebuah Usaha Sendiri?

Sudah membulatkan niat untuk membangun usaha sendiri atau berwiraswasta? Bagus. Lanjutkan dengan langkah persiapan memulai usaha sendiri. Apa saja sih tips memulai usaha sendiri?

Wiraswasta sendiri berasal dari dua kata yaitu wira dan swasta. Wira memiliki arti berani, sedangkan swasta punya arti berdiri sendiri. Sehingga wiraswasta adalah seseorang yang berani mengambil sikap, berpikir, serta berani bertindak dalam menciptakan pekerjaan sendiri dan berkarier secara mandiri.

Tips Memulai Usaha Yang Sebaiknya Dilakukan

Jadi setelah membulatkan tekad dan niat, apalagi yang harus kita persiapkan untuk memulai usaha sendiri? Ada beberapa hal yang sebaiknya kita persiapkan.

1. Tentukan jenis usahanya

Untuk menentukan usaha apa yang akan dijalani, tiap orang membutuhkan waktu riset yang berbeda-beda. Sebab kita harus melihat peluang apa yang muncul di sekitar kita, dan sebagus apa prospek ke depannya. Sebaiknya Anda juga memulai usaha yang sesuai dengan keahlian dan minat. Karena kecintaan terhadap usaha yang Anda tekuni akan memicu semangat pantang menyerah.

Tren saat ini, para artis membuat merek produk personal care sendiri. Sebab memproduksi dan memasarkan merek sendiri untuk produk personal care ternyata tidak sulit. Contoh merek personal care artis adalah Kylie Cosmetics milik Kylie Jenner, atau Jedar Cosmetics milik Jessica Iskandar.

2. Berpikir kreatif

Biasakan diri Anda untuk selalu berpikir kreatif untuk melihat peluang-peluang bisnis yang potensial di sekitar Anda.

3. Membuat tujuan

Apa maksudnya? Anda harus membuat visi dan misi dalam merintis usaha. Fungsinya agar Anda bisa fokus dengan misi dan visi ketika membesarkan usaha. Kegagalan yang dialami mayoritas pemula terjadi karena mereka tidak memiliki visi dan misi yang jelas. Konsistensi dengan tujuan awal usaha adalah faktor penting yang harus ada.

4. Cari tahu tingkat persaingannya

Sisihkan waktu untuk melakukan riset dan survey tingkat persaingan yang ada pada jenis usaha Anda. Cari tahu tentang kompetitor Anda. Apa yang harus Anda cari tahu? Beberapa faktor seperti ciri khas dan kualitas produk mereka, harga yang mereka tawarkan, dan kualitas pelayanan mereka.

Melakukan survey tentang hal tersebut akan memberikan gambaran tingkat efektifitas usaha yang akan digeluti, serta seberapa besar peluang keberhasilan usaha.

5. Location, location, location!

Kenapa sampai ditulis tiga kali? Sebab penentuan lokasi usaha sangatlah penting. Pilihan yang praktis dan ekonomis adalah melakukan usaha dari rumah sendiri. Namun Anda juga harus memperhatikan kesesuaian lokasi strategis dengan jenis usaha yang akan digeluti. Misalnya jika ingin memulai usaha minuman ringan, maka akan lebih efektif jika Anda membuka usaha di sekitar kawasan olahraga.

Begitu pula jika Anda memutuskan untuk membuka usaha online. Anda juga harus menentukan lokasi. Bedanya, lokasi yang harus Anda pilih dalam bisnis online adalah channel online yang akan digunakan untuk memasarkan produk Anda.

6. Survey konsumen

Perhatikan perilaku calon konsumen potensial Anda. Usaha Anda tidak bisa optimal jika tidak membuat konsumen membutuhkannya. Ini sebabnya survey ‘lapangan’ begitu diperlukan sebelum mulai bergelut dalam dunia wirausaha.

7. Menyiapkan modal yang dibutuhkan

Siapkanlah modal materi ataupun modal ilmu yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha yang dipilih. Banyak sumber yang bisa Anda dapatkan untuk modal usaha, antara lain pinjaman bank, investor, pinjaman perorangan, atau dari tabungan Anda.

8. Pilihlah supplier yang handal

Memilih supplier yang bagus sangatlah penting untuk menjamin Anda dapat memberikan produk atau jasa di waktu yang tepat, dengan harga yang sesuai, dan memiliki tingkat kualitas yang Anda inginkan.

Pilihlah maklon one stop service untuk menjadi supplier Anda. Sebab maklon one stop service yang dapat membantu usaha Anda dalam banyak hal. Berikut beberapa alasan yang membuat kita sebaiknya kita menggunakan jasa maklon?

  • Membuat Anda bisa fokus pada bidang pemasaran dan penjualan produk
  • Anda tidak akan dipusingkan dengan proses produksi barang
  • Mengurangi resiko permodalan
  • Bebas dari birokrasi produk
  • Menurunkan resiko kegagalan produk
  • Memangkas supply chain
No Comments

Post A Comment