Jangan Gunakan 4 Zat ini Saat Bikin Shampo Sendiri

Zat Berbahaya Yang Harus Dihindari Saat Bikin Shampo

Tentu ada kepuasan tersendiri untuk bisa bikin shampo sendiri kemudian menjualnya. Kenapa? Sebab kita bisa mengontrol semua kandungan yang diinginkan saat membuat shampo sendiri. Namun ada beberapa zat yang sebaiknya Anda hindari saat membuat shampo sendiri. Apa itu?

Dalam artikel ini, informasi tentang zat-zat yang sebaiknya dihindari saat membuat shampo bisa Anda peroleh. Diskusikan pertanyaan seputar maklon dengan kami disini. Ketik pertanyaan Anda pada form hijau di sebelah kanan layar. Kami akan membantu Anda secepatnya.

Zat Berbahaya Untuk Pembuatan Shampo

Beberapa zat berbahaya ini masih banyak digunakan oleh produk shampo konvensional atau pun yang natural. Berikut beberapa zat berbahaya yang sebaiknya Anda hindari saat bikin shampo sendiri.

1. Jenis surfaktan berbahaya

Semua sabun dan detergen memerlukan surfaktan, agar bekerja efektif. Sebab fungsi surfaktan adalah memfasilitasi kemampuan air untuk memindahkan kotoran. Namun tidak semua jenis surfaktan aman bagi tubuh manusia.

Beberapa jenis surfaktan seperti sodium lauryl sulfate (SLS), sodium laureth sulfate (SLES), ammonia laureth (ALS), cocamidopropyl betaine, dan cocamide DEA, memiliki resiko terhadap lingkungan dan kesehatan manusia.

Sodium laureth (SLES) merupakan jenis surfaktan yang paling mengkhawatirkan, sebab seringkali terkontaminasi oleh zat karsinogen. Hal tersebut tentu tidak baik untuk para konsumen. Sedangkan jenis surfaktan aman yang umumnya ada pada shampo non-toksik adalah decyl glucoside dan laurel glucoside.

2. Bahan pengawet beresiko

Untuk memperpanjang usia pemakaian, shampo akan menggunakan bahan pengawet yang dianggap beresiko oleh beberapa kalangan seperti parabens, benzyl alcohol, methylisothiazolinone, dan methylchloroisothiazonlinone

3. Zat Phthalates

Setelah seseorang mandi, biasanya kita dapat mencium wangi bunga atau tumbuh-tumbuhan kuat berjam-jam setelah orang tersebut selesai mandi. Sayangnya wangi tersebut berasal dari zat phthalates, yang biasanya tersembunyi di balik nama ‘parfum’ di daftar bahan penyusun shampo. Phthalates sendiri merupakan zat yang dikenal sebagai pengganggu hormon.

4. Retinyl Palmitate

Banyak merk shampo yang beredar di pasaran masih menggunakan zat retinyl palmitate. Zat apa sih itu? Retinyl palmitate kemungkinan mengandung zat karsinogenik, yang merupakan bentuk sintetis dari palm oil.

Repotnya Bikin Shampo Sendiri

Memilih untuk membuat produk shampo sendiri memang bisa menjamin bahwa bahan-bahan yang digunakan sesuai dengan yang kita inginkan. Namun Anda bisa kewalahan mengontrol kualitas produk jika bikin shampo dalam jumlah banyak.

Belum lagi urusan perizinan BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) untuk produk shampo Anda, yang membutuhkan perhatian ekstra. Adanya izin BPOM, membuat konsumen bisa mendapatkan garansi keamanan dari produsen produk.

Konsumen juga akan mendapatkan kestabilan harga produk yang sudah mendapatkan izin BPOM. Jika sudah terdaftar sertifikasi BPOM, citra atau image produk Anda akan meningkat dibandingkan produk pesaing yang belum terdaftar BPOM.

Jika memutuskan untuk menjadi produsen produk sendiri, maka Anda juga harus mengurus sertifikat CPKB (cara pembuatan kosmetika yang baik). Tujuan dari diadakannya sertifikasi CPKB adalah, agar para produsen skin care dan kosmetik bisa menghasilkan produk yang memenuhi tingkat mutu tertentu secara konsisten. Penerapan CPKB merupakan sebuah investasi bagi produsen, yang akan memberikan benefit bagi pemilik sertifikatnya.

Ada satu solusi dimana Anda bisa membuat produk shampo dengan bahan-bahan yang diinginkan, namun tidak perlu repot mengurus perizinan BPOM, Sertifikat CPKB, atau melakukan quality control. Yaitu bekerja sama dengan maklon kosmetik.

Pilihlah maklon one stop service, yang dapat membantu Anda dari mulai proses pembuatan konsep produk, formulasi produk, melakukan tes stabilitas dan kompatibilitas produk, desain produk, registrasi produk, serta memiliki kemampuan memproduksi massal.

Salah satu maklon one stop service yang bisa Anda percayai adalah Indocare B2B Services, yang mampu menangani proses panjang pengembangan produk Anda. Kemampuan ini dapat membuat Anda bisa mencurahkan sumber daya  pada proses penjualan dan pemasaran produk.

No Comments

Post A Comment